Bagian
5 :
Untuk yang terakhir kalinya , di sebuah sore
yang indah . dimana sore tersebut berubah menjadi sore kelabu dalam sekejap .
Dan semua itu di mulai dengan sebuah suara pintu tua yang terdengar terbuka .
*grek~~* suara pintu terbuka , nampak pintu
hijau tua itu mengeluarkan suara mendecit yang aneh , mungkin karna usianya
yang sudah tua .
Dari balik pintu tersebut , dua orang mulai
menampakkan dirinya .
Yang satu , seseorang tuan putri berambut
perak . dengan wajah cantiknya dan rambut perak indahnya yang menghiasai
kepalanya bagaikan sebuah mahkota .
Dan yang satu , adalah seorang laki –laki
berambut hitam pekat dengan wajah mengantuk yang khas .bila di bandingkan
dengan tuan putri di sebelahnya , orang ini mungkin akan mendapat jabatan sebagai
“rakyat biasa “ .
Mereka berdua melewati pintu tersebut dengan
wajah yang serius luar biasa .
Dan sementara di pinggir pembatas atap gedung
tersebut , nampak seorang laki –laki yang memunculkan sinyal negatif kepada
kedua orang ini . laki –laki tersebut adalah orang yang hendak bunuh diri itu .
Sementara di bawah , ada banyak kerumunan
siswa yang melihat cemas ke arah lelaki tersebut. Dan ditengah kerumunan itu
terdapat seseorang yang memakai sebuah pengeras suara yang cukup besar di
tangan kanannya , dia lalu berteriak dengan sangat keras melalui pengeras suara
itu ,
“hey orang bodoh yang ada di atas sana ! apa
yang coba kau lakukan ! “
*ngik~~* suara dengungan speaker yang menusuk
gendang telinga tersebut membuat beberapa orang di kerumunan itu menutup
telinga untuk menutup sedikit kebisingan yang sangat mengganggu .
Perempuan dengan pengeras suara itu memakai
rompi hitam yang menyelimuti tubuhnya , dan dibagian punggung rompi tersebut
terdapat tulisan “OSIS” yang sangat besar , dia adalah ketua osis di smp ini .
Rambut pendek hitamnya dan badannya yang
ramping namun proporsional . bertolak belakang dengan wajah cantiknya yang
anggun , dia adalah orang yang kasar bila dirinya telah memakai rompi osis
tersebut .
Lelaki yang berada di atas atap itupun menoleh
ke arah ketua osis tersebut sembari menjawab,
“bodoh amat dengan apa yang akan kulakukan ,
lebih tepatnya aku sedang patah hati dan berencana ingin bunuh diri sekarang
juga ! siapa saja yang ada di bawah sana silahkan rekam suaraku ini karna
inilah surat wasiatku ! “
Sepertinya lelaki tersebut telah membulatkan
tekadnya , dia menjawab dengan lantang dan tanpa keraguan sedikitpun . tapi itu
tidak membuat ketua osis itu berhenti berteriak ,
“dasar bodoh ! aku sudah tahu kalau kamu ini manusia
bodoh tapi aku tidak menyangka kalau kamu ini lebih bodoh dari dugaanku !
cepatlah turun karna aku ini banyak urusan . “
Ketua osis itu menggerutu sambil marah –marah
ke laki –laki yang berada di atas atap tersebut . dan keadaan tersebut membuat
haruka dan yuuka haruna tercengang dalam hati .
“dan , apa yang coba di lakukan siswa baru
seperti kalian di atas atap ?! ingin coba menghentikanku ?! jangan harap aku
akan berkompromi dengan kalian ! “
Laki –laki ini marah –marah kepada haruka dan
yuuka haruna , dia lalu memasang wajah waspada kepada mereka berdua . sementara
di bawah , sang ketua osis bingung karna melihat laki –laki yang di lihatnya di
atas atap tersebut nampak seperti berbincang –bincang dengan seseorang .
“heeh~ haruka , apakah kamu mendengar suara ?
sepertinya aku barusan mendengar sesuatu , mungkin atap sekolah ini juga angker
ya ? “
Yuuka haruna tiba –tiba bertingkah layaknya
orang bodoh , dia seolah melihat ke kanan dan kekiri seperti mencari sesuatu
yang sebenarnya tidak ada .
“heeh~haruna , apakah kamu belum mendengarnya
? dulu , di sini ada seseorang yang benar –benar bodoh ingin bunuh diri hanya
karna sedang patah hati loh”
Berbeda dengan akting yuuka haruna yang
berakting dengan sempurna , haruka berakting dengan meragukan , sangat nampak
kalau dia itu tidak terlalu pandai dalam urusan ini .
“hey –hey , apa yang sebenarnya kalian lakukan
? “
Laki laki yang sedang berdiri di dekat pagar
pembatas tersebut melihat aneh ke arah mereka berdua , nampak dia tidak
mengerti tentang hal yang di lakukan haruka dan yuuka haruna.
Yuuka harunapun lalu melangkah maju ke depan ,
tepat menghadap ke arah laki –laki tersebut . jarak antara mereka sekitar 9-10
meter .
“wah ! kupikir ini hanya sebuah mitos , tapi
ternyata orang bodoh itu masih ada , bahkan di jaman maju seperti ini , sangat
di sayangkan . padahal dia jenis homosapien , tapi tidak ada cerdas –cerdsnya
sama sekali . “
Nada mengejek yang kental keluar dari mulut
yuuka haruna , sambil berakting bak kritikus terkenal , dia secara tidak
langsung menyindir penuh ke arah lelaki tersebut .
“anak baru , apa yang sebenarnya kamu maksud ?
“
Lelaki itu semakin tidak mengerti dengan apa
yang sedang dilakukan perempuan di depannya itu .
“setidaknya . . . samsudin , kamu har-. .”
“setidaknya pakai “kak” dong ! “
Lelaki stress itu mulai melayangkan protes
yang tidak penting .
“oke , baiklah . kak udin . . . .”
“namaku samsudin ! panggil dengan nama panjang
dan jangan memendakkan nama seseorang sembarang dasar anak kelas sa-- . . . .
.. . tunggu dulu ? kenapa kamu bisa tahu namaku ? “
Senior itu sedikit kebingungan .
“itu bet nama di dada memangnya di pakai buat
apa ? “
“hahaha . . . . .betul juga apa yang kamu katakan . .
...tunggu dulu ! kenapa jadi OOT gini ! “
Suasana menjadi acak acakan . alur
pembicaraannya juga mulai agak ngawur .
“jadi , bisakah kakak ceritakan apa yang
sebenarnya membuat kakak bunuh diri ? “
Mood yuuka haruna berubah saat bicara , dia
seperti mulai nampak sangat tenang , bahkan sandiwara dan aktingnya nampak dia
sudahi .
“seperti yang kukatakan tadi , aku habis di
tolak dan nampaknya kehidupanku mulai hampa karna aku kehilangan tujuan hidupku
satu-satunya .”
Mood lelaki yang ingin bunuh diri tersebut
juga mulai berubah , dia juga nampaknya mulai tenang dalam menghadapi yuuka
haruna.
“hmm . . .
begitu ya ? jadi siapa yang udah nolak kakak ? “
Yuuka haruna bertanya pada seniornya itu ,
sedikit demi sedikit dia bisa mngetahui alasan seniornya itu untuk bunuh diri .
“Elisa Karmila , kelas 9-3 “
“maksudmu kak lisa yang jadi anggota dewan
kemahasiswaan itu ? “
“kalau iya , memang kenapa ? “
“sebaiknya kakak itu ngaca dulu , kak lisa itu
cantik ,baik dan sempurna , sementara kakak itu hanya murid biasa . kenapa
kakak gak mikir dulu , sudah jelas orang seperti kakak ini akan di tolak . apa
lagi sekarang sok-sok’an mau bunuh diri
, pasti dia makin benci nih .“
Yuuka haruna megecam dengan sangat tajam ,
lidahnya bagaikan pisau yang menyayat habis perasaan senior itu . entah kenapa
dia mulai memancing kemarahan dari kakak kelasnya itu .
Dan ironinya , usahanya berhasil .
·
Sementara itu di bawah . . . . .
--sedang apa orang bodoh itu ?
Dengan memegang spekear raksasanya sembari
melihat ke arah atap sekolah , dia sedikit penasaran dengan situasi yang
terjadi di atas sana . benar sekali , dia adalah sang ketua osis . dalam situasi ini moodnya sedang tidak bagus
, itu karna waktu istirahatnya di sita oleh kelakuan bodoh seorang siswa . dan
sebagai ketua osis , dia harus turun tangan bila kasus seperti ini terjadi di
ligkungan sekolahannya.
Tak lama kemudian , datang seorang lelaki
menghampiri sang ketua osis .
“lapor bu misaka , kami mendapat sebuah lapo--
. . .”
*brak~* sebuah spekaer menghantam keras ke
kepala orang yang ada di sebelah ketua osis tersebut . orang itu memakai rompi
yang sama seperti yang ketua osis itu pakai . nampaknya dia juga anggota dewan
kemahasiswaan .
“siapa yang kamu panggil ibu ! aku ini masih
kelas tiga smp . setidaknya panggil aku ketua beserta nama lengkapku , dasar bodoh
! “
Dia lalu membentak anggotanya itu , sang
anggota itu tidak bisa berbuat apa –apa dan hanya bisa tertunduk bersalah .
“maafkan saya , ketua misaka ! saya ingin
memberitahu bahwa kami mendapat laporan dari seorang siswa kelas satu kalau
kita harus memasang pengaman di bawah untuk mencegah dampak buruk bila target
operasi terjatuh . “
“apa , siswa kelas satu katamu ? candaan macam
apa ini ? kita ini dewan kemahasiswaan sekolah ini ! tidak mungkin kita akan
mengikuti instruksi siswa baru ! ”
Walaupun laki –laki , dia nampak tunduk pada
ketua osis perempuan yang super galak ini . buktinya saja dia masih nampak
ketakutan mendengar bentakan dari ketua osis tersebut .
Raiha misaka , 15 tahun . menjabat sebagai
ketua osis di smp harapan baru . perawakan sangat cantik dan memiliki badan
yang proporsional . tapi bila dia sudah memakai rompi osisnya , sikap
feminimnya akan lenyap seketika menjadi super galak. sikap judesnya itu membuat
semua anggotanya menyegani sekaligus takut dengan dirinya .
“tapi yang menyuruh adalah . . .yuuka haruna “
Menjawab dengan penuh ketakutan , dia terus
waspada dan terus memerhatikan speaker besar itu agar kepalanya tidak terhantam
speaker keras itu untuk kedua kalinya .
“hmm. . .yuuka haruna ya ? jadi anak itu “
Raiha misaka lalu melihat ke arah atap dengan
perasaan sedikit agak kesal .
--anak sok pintar itu ya ? mau bagaimana lagi
.
“panggil semua anggota osis ! suruh mereka
menyiapkan peralatan keamanan yang tersedia dan segera lakukan sesuatu pada
segerombolan manusia pengganggu ini ! cepat kerjakan ! “
“baik ketua misaka ! “
Anggota osis itu lalu menjawab dengan sangat
lantang dan segera berlari meninggalkan raiha misaka untuk mengemban perintah
yang di terimanya .
·
Kembali ke atas . . . .
“sebaiknya kakak itu ngaca dulu , kak lisa itu
cantik ,baik dan sempurna , sementara kakak itu hanya murid biasa . kenapa
kakak gak mikir dulu , sudah jelas orang seperti kakak ini akan di tolak . apa
lagi sekarang sok-sok’an mau bunuh diri
, pasti dia makin benci nih .“
Yuuka haruna mengeluarkan kata –kata yang
sangat tajam , membuat hati senior itu makin teriris .
“jadi maksudmu, mau bagaimanapun aku berjuang,
aku tetap tidak bisa memilikinya begitu? “
Amarah senior itu mulai bangkit di ikuti rasa
putus asa dan kekecewaan yang sangat tinggi akibat omongan dari seorang yuuka
haruna.
“benar sekali , memang itulah kenyataannya !
jadi terimalah kenyataan itu , dan jangan menggunakan aksi seperti bunuh diri
untuk tempat pelarian ! .”
Senior itu semakin terdiam , merunduk terdiam
dalam keheningan . ekspresi terpukul nampak jelas di wajahnya itu .yuuka
harunapun menyadari alasan orang ini untuk memutuskan bunuh diri , itu semua
karna mentalnya yang lemah dalam menerima ketidaksinambungan antara ekspetasi
dan realita .
Senior itu sempat terdiam , namun dalam
beberapa saat , dia kembali berbicara .
“jadi apa yang harus kulakukan ! aku sudah
menyukainya semenjak kelas satu , aku terus mendekatinya walaupun dia tidak
pernah memerhatikanku ,dan saat aku memberanikan diri untuk mengungkapkan
perasaanku padanya , dia menolaknya mentah –mentah . jadi apa yang harus aku
lakukan selain bunuh diri ! jelaskan padaku , dasar murid kelas satu ! “
Dia meluapkan semua emosinya dalam kata –kata
yang di katakannya . mengerahkan semua perasaannya , dia terus menerus
berbicara sebagai pengungkapan kekecewaan yang sangat mendalam , yuuka haruna
hanya memerhatikan dengan seksama .
*huh* , yuuka haruna mengehela nafas dengan
berat . mengumpulkan seluruh tenaga untuk mengatakan sesuatu , dan diapun memulainya
dengan sebuah teriakan ,
“JANGAN MENYERAH ! JATUH ITU TIDAK MEMALUKAN ,
YANG MEMALUKAN ITU KALAU TERJATUH LALU TIDAK BANGKIT LAGI !!!!!!! “
Suara feminim yuuka haruna yang begitu merdu
dipaksa untuk bergetar lebih keras dan lebih lantang dari pada biasanya . dan
senior itu , terdiam seketika setelah mendengar suara teriakan sekuat tenaga
yang di keluarkan oleh yuuka haruna .
Tapi sepertinya senior itu tidak sepakat
dengan perkataan yuuka haruna .
“huh . . .kuakui kata –katamu sangatlah menginspirasi
, tapi sayangnya aku tidak terpengaruh kata –katamu itu . dan bagaimanapun ,
mustahil menghentikan orang yang berniat bunuh diri hanya dengan sebuah kata
–kata “
Senior itu sebenarnya paham betul dengan
maksud dari kata –kata yuuka haruna , tapi dia tetap tidak merubah pendiriannya
.
Yuuka haruna terdiam,
“mengehentikanmu hanya dengan kata –kata ?
lucu sekali kak . tapi aku ini tidak senaif yang kakak kira , berharap hanya
dengan kata –kata bisa merubah pikiran seseorang yang hendak bunuh diri ?
jangan bercanda denganku “
Yuuka haruna bersikap serius sambil tertawa
kecil , ekspresinya seperti tidak terima karna telah diremehkan . dan sekali
lagi , kemampuan aktingnya membuat sikap dan emosinya nampak jelas ke permukaan
.
“anak baru , apa yang sebenarnya kamu maksud ?
“
Kakak kelas itu semakin bingung dengan hal
yang dikatakan yuuka haruna , dia sekali lagi menanyakan apa yang yuuka haruna
sedang bicarakan .
10 meter jarak diantara kedua orang tersebut .
dan yuuka haruna mulai berpikir keras untuk menemukan cara agar seseorang yang
sudah berada tepat di belakang pagar pembatas yang rusak itu bisa mengurung
niatnya untuk bunuh diri .
Yang lebih menarik lagi , disinilah awal
pertarungan yang memperpadukan proses pemikiran yang cerdas dengan pikiran
batin dan emosional di uji ! .
Yuuka haruna , dengan jarak 10 meter . tidak
bisa lagi menghentikan siswa yang ingin bunuh diri di depannya selain dengan
kata –kata .
Saat ceritanya di mulai , hanya tuhanlah yang
akan tahu kelanjutan kisahnya .
·
“ apa yang kalian lakukan ! cepat bentangkan
balon matras itu . dasar lambat ! “
Seorang siswi , dengan rompi hitamnya yang
sudah melekat di tubuhnya sedari tadi . tanpa segan memarahi orang –orang yang
berada di dekatnya . terlebih lagi yang dimarahinya adalah orang yang memakai
rompi yang hampir sama persis seperti dirinya .
Dia adalah Raiha misaka , lebih tepatnya dia
adalah ketua osis di smp ini . dan lebih tepatnya lagi , dia bukanlah jenis
orang yang melakukan semuanya dengan sabar .
“hey yang di sana ! jangan hanya bemalas
–malasan kalau kalian tidak ingin seseorang melemparkan sebuah speaker raksasa
ke kepala kalian ! cepat singkirkan gerombolan siswa yang tidak mempunyai
urusan di sini ! “
Di tengah –tengah amukan raiha misaka , ada
dua orang yang sedang mengobrol tentang dirinya . dua orang itu berbincang
sambil dengan sigap membeberkan balon matras raksasa berwarna kuning cerah itu
ditanah .
“huwah~ , nampaknya ketua misaka sedang
mengamuk di sana “
“rompi osisnya itu nampak seperti baju iblis ketika
ketua misaka yang mengenakannya ”
“betul sekali . sayang banget , padahal dia
itu bisa dikatakan sangat cantik loh , tapi kalau udah mode marahnya di pakai ,
entah kenapa cantiknya seakan hilang entah kemana “
“mode marah ? bukankah lebih cocok kalau kita
menyebutnya <<berserk misaka>> ? “
“hahahahah~~ . ...betul juga , berserk misaka
.”
Dan tak lama kemudian , *BRAK ~* *BRAK~*
.sebuah spekear raksasa tiba –tiba
melayang ke arah kepala mereka berdua , dan ajaibnya mereka berdua terkena
hantaman satu speaker secara bersamaan , dan lebih ajaibnya lagi , orang yang
melemparkannya berada sekitar 20 meter dari mereka berdua .
“apa yang kalian lakukan ! cepat beber matras
itu , kalau orang yang di atas jatuh sebelum kalian membentangkan matras itu ,
kalianlah yang akan bertanggung jawab sepenuhnya !!”
“baik , ketua misaka ! “
Kedua orang tersebut menjawab dengan bersamaan
, dan diikuti rasa takut yang sama pula .
Walaupun nampak sering marah –marah , dia
sebenarnya menutupi rasa penasarannya pada situasi yang terjadi di atas .
·
Sementara di atas sana . . . . .
Yuuka haruna , berada tepat 10 meter di
depannya adalah seorang kakak kelas yang berncana untuk bunuh diri . bila dia
melangkah selangkah saja , maka kakak kelas itu akan langsung melompat .
Jadi ? bagaimana cara yuuka haruna mencegah
kakak kelasnya itu untuk bunuh diri ? .
·
“jadi ? bagaimana
kamu mau menghentikanku . siswa baru ? “
Kakak kelas itu
kembali bertanya , dia berusaha menekan yuuka haruna .
Akan tetapi , yuuka
haruna sangatlah tenang . dia tidak mengeluarkan sifat gelisah sama sekali ,
malah dia terkesan tertawa kejam .
--orang yang
meremehkanku , tidak pantas berkata –kata lagi .
Yuuka haruna
kembali tersenyum , dan itu membuat kakak kelas yang ada di depannya merasakan
keanehan .
“kenapa kamu terus
tersenyum ? “
“tidak , hanya baru
kali ini ada orang yang sangat meremehkanku , dan sebagai diriku sendiri , aku
tidak bisa menerima hal itu begitu saja . “
Yuuka haruna
melihati sang kakak kelas dengan pandangan yang cukup menyeramkan , sekali lagi
ekspresinya nampak sangat marah besar. Sang kakak kelaspun mulai panik di
buatnya .
“memangnya apa yang
akan kamu lakukan kepadaku ? dengan jarak 10 meter , kamu tidak akan bisa
menghentikanku loh “
Sang kakak kelas
bertanya dengan gugup , merasa awas dengan semua tindakan yang yuuka haruna
buat .
“apa yang bisa
kulakukan dengan jarak 10 meter ? pertanyaan yang sangat lucu sekali , asal
kakak tahu saja , “tidak ada batasan untuk teknik yang dinamakan sihir ! “ “
yuuka haruna
semakin melihat kakak kelas itu dengan aura kebencian , dengan tersenyum penuh
percaya diri , dia menampakkan ekspresi yang menyakinkan dengan apa yang sedang
dia bicarakan . dan kakak kelas itu seketika tersentak .
“apa yang kamu
bicarakan , sihir ? . kamu masih kelas tujuh tapi kamu sudah terkena penyakit
syndrom kelas delapan .”
Kakak kelas itu
semakin tidak percaya dengan apa yang sedang di katakan oleh yuuka haruna.
“terserah kalau
kakak tidak percaya , tapi kenyataannya hal itu ada ! dan aku akan
membuktikannya sekarang juga . “
Kakak kelas itu
terdiam , dia tidak bisa berkata-kata . itu semua karna ekspresi serius yang
yuuka haruna keluarkan membuat otakknya secara spontan memaksanya untuk percaya
, dan itu membuatnya berkeringat dingin .
“saksikanlah
kenyataan yang menentang logika , sebuah sihir yang akan menghantam jiwa orang
yang berada di depanku sampai jatuh ke tanah “
“hey , tunggu dulu
, aku tidak meng-........”
“tiga !! “
Yuuka haruna mulai
menghitung mundur , sementara sang kakak kelas bertambah panik .
“tunggu dulu siswa
baru , aku sama sekali tidak meng-. . . .”
“dua !!!”
Semakin panik ,
orang yang berada di depan yuuka haruna tersebut merasakan bahwa dirinya mulai
merasa gemetar .
“SATU !! ”
Yuuka haruna
berteriak sangat keras , sementara kakak kelas yang ada jauh di depannya secara
spontan memejamkan matanya , merasa bahwa dia akan terkena sebuah hal buruk .
. . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
.
Beberapa saat
kemudian , dengan merasa sebuah keganjalan , kakak kelas itu membuka matanya
dan menyadari bahwa tidak ada dampak yang di rasakan oleh tubuhnya . diapun
lalu mulai memandang remeh yuuka haruna ,
“sudah hentikan
lawakanmu itu dasar siswa baru . awalnya kukira perkataanmu itu akan benar
terjadi , tapi nyatanya akulah yang terlalu bodoh percaya pada kata –katamu itu
“
Kakak kelas itu
mengkritik tajam pada yuuka haruna , seakan dia menganggap yuuka haruna adalah
seorang pembohong besar .
Tapi . . . . .
Tiba-tiba dari
bagian samping tubuhnya , ada bayangan hitam dengan cepat datang kearah kakak
kelas itu , dan seketika *Bruk~* suara tubrukan bayangan aneh itu dengan sang
kakak kelas tedengar sangat jelas .
Pikiran kakak kelas
itu melayang tak karuan , sebelum badannya benar-benar jatuh ke lantai , hal pertama yang dia pikirkan adalah
“bagaimana hal ini bisa terjadi ? “ .
Diapun tersadar ,
dia lalu membuka lebar matanya ke arah bayangan aneh itu datang , dan dia
menyadari sesuatu .
“ mana mungkin ?! ,
aku sama sekali tidak menyadari . mana mungkin !! bukankah dia adalah orang
yang datang bersama wanita itu ! “
Sambil sedikit
berteriak , dia menggerutu pada dirinya sendiri sambil melihat seorang lelaki
berambut hitam yang berhasil menjatuhkan sekaligus membekuk dia ke lantai .
Tepat sekali , bayangan
itu adalah haruka harun . dan entah dari mana , tanpa kakak kelas itu sadari ,
tiba –tiba haruka sudah berada di sampingnya dan menubruknya sangat keras
sampai badannya dan badan haruka terjatuh ke lantai atap tersebut .
--dari mana sialan
ini datang !?
Kakak kelas itu
berpikir sambil melihat dengan tidak percaya .
“betul sekali kak
samsudin . inilah sihir itu ! sebuah perpaduan strategi dan sulap sederhana
yang menuntun kita ke arah yang mendekati sihir itu sendiri ! .”
Yuuka haruna
menjelaskan sambil di penuhi rasa kemenangan , dengan rasa percaya diri yang
tinggi , diapun mengagungkan akan kemengan atas taruhan yangdi buatnya .
sementara kakak kelas itu melihati dengan sangat bingung dan rasa penasaran
yang mendalam .
dan sementara itu
haruka bernafas secara tergesa –gesa , nampak tak percaya kalau rencana yang di
buatnya bersama yuuka haruna telah berhasil dia laksanakan . yaitu menggunakan
“dummy check” ,dan untuk memperlancar dummy check itu , dia harus mengeluarkan
nafas yang seminimal mungkin agar targetnya tidak menyadari keberadaannya.
dia sekarang
menahan pergerakan kakak kelas itu sembari mengeluarkan ekspresi tidak percaya
.
dan terlebih lagi ,
orang yang dikekang oleh haruka mengeluarkan ekspresi yang lebih tidak percaya
ketimbang dirinya.
“bagaimana ini
semua bisa terjadi ? “
“itu hanya
kemampuan menutup pandangan orang terhadap diri sendiri , atau bisa disebut
dengan [dummy check] . haruka menghalangi pandangan kakak terhadap dirinya agar
dia bisa mendekati kakak .”
Yuuka haruna
menjelaskan dengan sangat sederhana .
“dummy check katamu
? bukankah menghilangkan diri secara tiba –tiba itu tidak bisa di sebut dengan
hanya dummy check . dan tidak mungkin orang bisa sesuka hati menghilangkan
keberadaan diri seperti tadi ! “
Kakak kelas itu
bersikeras tidak percaya , diapun membentak kepada yuuka haruna.
“itulah di saat
kami menggunkaan otak kami kak ! sebenarnya itu adalah pertanyaan yang bagus ,
dan aku akan menjawabnya . seseorang memang tidak bisa menghilangkan keberadaan
diri begitu saja , tapi lain halnya bila kita memakai sebuah trik kecil di sini
“
Sekali lagi dengan
penuh percaya diri , yuuka haruna menjelaskan dengan penuh percaya diri.
“trik kecil ? “
Kakak kelas itu
menanyakan hal yang di maksud oleh yuuka haruna .
“yap , itu hanya
sebuah trik kecil . pertama , haruka adalah orang yang memiliki hawa keberadaan
yang tipis, itulah yang memudahkannya untuk menghilangkan keberadaan diri . dan
kedua , untuk menghilangkan keberadaannya secara sempurna , akupun melakukan
tindakan yang membuat kakak hanya terfokus kepadaku , sehingga keberadaanku
bisa lebih menonjol dari pada haruka
harun , lebih singkatnya aku “menindih keberadaan haruka harun” itu sendiri “.
Mendengar
penjelasan dari hasil pemikiran yang benar –benar hebat , sang kakak kelas
hanya bisa diam sambil tertegun .
Diikuti tertegunnya
kakak kelas itu . haruka , dengan masih membekuk orang di bawahnya , dia mulai
mengangkat tubuh sang kakak kelas yang sudah nampak tidak melawan lagi .
Kakak kelas
tersebut berdiri dengan sangat lemas , bahkan terkesan benar –benar lemas .
dengan diikuti raut muka yang sangat pasrah , bahkan wajahnya lebih menyedihkan
ketimbang saat dia mau bunuh diri tadi .
“jadi kak , apakah
kakak sudah mengerti ? “
Yuuka haruna
bertanya dengan nada yang lembut .
“kurang lebih
seperti itu , sepertinya aku sudah mengerti makna dari sihirmu itu “
Sang kakak kelas
menunduk lemas sembari menjawab dengan sedikit tersenyum .
Tapi , .. . .
“syukurlah kalau
kakak mau mengerti , tapi sihirku belum selesai kok “
Wajah yuuka haruna
mulai berubah lagi, akting kejamnya kembali dia pakai , tapi itu semua dia
tutupi dengan senyuman sempurna . si kakak kelaspun mulai terusik dengan kata –kata yuuka haruna.
“apa lagi sekarang
? sudah hentikan aktingmu itu “
Kakak kelas itu
menyangka bahwa yuuka haruna hanya bercanda .
“tidak kok , aku
sama sekali tidak bercanda . bukankah aku mengatakan bahwa kau akan menjatuhkan
orang yang telah meremehkanku sampai jatuh ke tanah “
Tapi sepertinya
yuuka haruna sama sekali tidak bercanda .
Saat ini , haruka
dan orang yang di bekuknya itu berada tepat di depan pagar pembatas yang rusak
tersebut . sementara yuuka haruna mulai maju sedikit demi sedikit maju ke arah
mereka.
“jadi~ haruka ,
bagaimana perasaanmu tadi . bukankah menyenangkan ? “
“cukup untuk
lawakanmu yang datar itu , aku tidak merasakan apapun . hanya pernafasanku yang
terganggu . tapi harus kuakui , rencanamu itu cukup efektif .”
Haruka memasang
wajah sinis pada yuuka haruna , dia memandangnya dengan sinis karna malas
mengakui keampuhan rencana yang di buat yuuka haruna .
Dan yuuka haruna
maju selangkah lagi ke depan , tanpa menimbulkan kecurigaan dan maksud
tertentu.
“dari pada itu ,
aku ingin melakukan satu hal lagi “
Yuuka haruna mulai
membicarakan keinginannya , haruka dan kakak kelas itu memasang wajah
kebingungan .
“sebenarnya ada dua
hal yang ingin aku selesaikan , tapi sepertinya aku bisa melakukannya dalam
satu kali gerakan “
Dengan wajah penuh
percaya dirinya , dia seperti ingin melakukan sebuah niat jahat , tapi
sepertinya dua lelaki di depannya tidak menyadari hal itu sama sekali .
Haruka harun dan
kakak kelas yang di dekapnya itu mulai berpikir .
Tapi sebelum mereka
bisa memikirkan sesuatu, yuuka haruna sudah melangkahi giliran mereka untuk
berpikir .
Yuuka haruna maju
secara perlahan , dengan cepat kedua tangannya memegang pundak kakak kelasnya
itu yang sedang di pegangi dari belakag
oleh haruka .
Harukapun masih
nampak kebingungan dengan apa yang akan di lakukan yuuka haruna , tapi
nampaknya kakak kelas itu memendam rasa ingin tahu yan lebih tinggi dari haruka
sendiri.
“yang pertama , aku
akan menyelesaikan mantra sihir sesuai yang tadi kujanjikan . yaitu
menghantamkan kakak ke tanah , tapi tenang saja , aku tidak akan melakukan sejenis
gerakan membanting ala jujitsu atau apapun itu , aku hanya akan meminta bantuan
kepada hukum alam .”
Yuuka haruna
berbicara dengan percaya diri tapi diikuti ekspresi yang menakutkan .
Dan yang pasti ,
kakak kelas itu semkain kebingungan .
“apa yang kamu
maksud ? “
Sang kakak kelas
bertanya , mewakilkan rasa ingin tahu yang sama seperti haruka .
Tapi . . . . . .
Semuanya di mulai
dengan sangat cepat . lebih tepatnya semuanya di mulai dengan pembicaraan
yuukaharuna yang sangat cepat .
“tu~ wa~ ga ! ,
seperti ini ~~! “
[suara tangan yang
mendorong] , tiba –tiba keseimbangan kedua orang itu pecah . dengan sebuah
dorongan kuat dari sepasang tangan , kedua lelaki di depan yuuka haruna
seketika jatuh ke belakang , situasi yang cukup rumit untuk di jelaskan.
Dalam keadaan ini ,
semuanya memasang wajah panik dan ketakutan . kecuali gadis yang mendorong
mereka , yaitu yuuka haruna .
bila kita melihat
dari jauh , sangat jelas bahwa situasi ini tergambar seperti ini : seorang
gadis muda mendorong kedua temannya ke arah pagar pembatas yang rusak sehingga
kedua temannya melakukan sky diving dari lantai tiga secara tidak sengaja .
begitulah kira
–kira kalau keadaan tersebut bila di gambarkan secara sekilas .
haruka dan kakak
kelas yang di peganginya , sengaja di dorong oleh yuuka haruna ke arah pagar
pembatas atap gedung yang rusak . sehingga mereka terjatuh ke bawah .
di tengah kejadian
ini , semua nampak sangat panik . orang yang menonton di bawah , semua anggota
osis dan ketua osis , yaitu raiha misaka , melihati dengan terkejut karna
situasi yang sangat tiba –tiba itu .
dan yang pasti ,
kedua orang yang di dorong oleh yuuka haruna itu merasakan keterkejutan yang
lebih besar .
sang kakak kelas
itu sangat panik dengan hal ini , dia terkejut dengan hal yang di lakukan oleh
yuuka haruna .
tapi sepertinya
haruka tidak panik , dia hanya terkejut . dan diapun mencoba berpikir dan
menganalisa dengan teliti apa yang coba di lakukan oleh yuuka haruna .
--apa ini ? kenapa
dia mendorongku juga ? apakah kegilaannya sudah di ambang batas ? . tidak , ini
tidak masuk akal . yuuka haruna adalah orang yang tidak ingin melakukan sesuatu
yang tidak berguna , itulah yang kutahu tentang dirinya . tapi mengapa ? .
Haruka melihat
dengan penuh tanda tanya ke arah yuuka haruna .
Walaupun tidak
panik , dia cukup terkejut untuk merasakan peningkatan adrenalin yang amat
sangat cepat , dia akan jatuh dalam beberapa detik lagi , tapi rasa ingin
tahunya itu membunuh rasa paniknya.
harukapun melihat sesuatu yang sangat ganjal ,
dan itu menjawab semuanya . yuuka haruna tersenyum , lebih tepatnya dia melihat
yuuka haruna tersenyum ke arahnya .
--huh ? jadi ini
yang dinamakan senjata makan tuan ya ? . sepertinya yuuka haruna mengalahkanku
dengan telak .
Rasa ingin tahu
haruka selesai sudah , dan diapun tersenyum kecut setelah mengetahui alasan
yuuka haruna ikut mendorongnya . itu semua karna persyaratan yang di buatnya
oleh yuuka haruna .
Bila yuuka haruna
bisa mendatangkan rasa kematian tanpa mendatangkan kematian itu sendiri , maka
haruka akan ikut ke projek misteri yang di buat yuuka haruna .
Dan barusan , yuuka
haruna memenuhi syarat yang di berikan oleh haruka . itu semua di lakukan tanpa
di sadari oleh haruka sendiri .
Diapun tersenyum
kecut sambil membalas ekspresi yuuka haruna yang sedari tadi tersenyum ke
arahnya .
Dia menyadari bahwa
yuuka haruna adalah orang yang berbeda dari pada orang pada umumnya , dan itu
menarik perhatiannya itu .
Tetapi , sebelum
ingin membahas tentang itu , haruka kembali memikirkan situasinya ini . dimana
dalam hitungan permili detik , dia akan jatuh dari lantai tiga gedung sekolahan
yang tinggi tersbut .
Dan di saat yang
tepat inilah , dia mesti memakai otaknya ,
--gila ini ! tinggi
banget . apa yang harus kupakai ? teori fermi ? . tinggi sekitar 33 meter
dengan berat dua orang laki-laki sekitar 110 kg dengan percepatan gravitasi 10
kg /s . hasilnya adalah . . . .sekitar 3m/s !! aku dan orang ini bakal jatuh
dalam sebelas detik ! .
Dan 11 detik sudah
berlalu . . . .
--bersiap ! .
*bruok ~!!* , suara
tubuh yang membentur matras raksasa berwarna kuning cerah terdengar jelas . dan
semua orang , khususnya anggota osis langsung bergerak cepat ke arah lokasi .
“akhirnya jatuh
juga , orang itu ? “
Raiha misaka
bergumam sambil melihati teman-temannya bekerja .
Seperti yang di
harapkan , semua anggota osis bergerak dengan sangat cepat . tim uks dan osis
bergerak cepat menangani seorang yang pingsan berbaring di atas matras tersebut
.
Melihat itu , raiha
misaka mulai menuju ke arah matras itu ,
“bagaimana
keadaannya , dia tidak mati secepat itukan ? “
Dia bertanya dengan
memegangi speaker di tangan kanannya , menampakkan aura seram , membuat semua
orang merasa segan terhadap dirinya .
“lapor ketua misaka
! tidak ada masalah , sepertinya dia hanya pingsan karna shock . tapi . . “
“tapi apa ? . .”
Raiha misaka
bertanya kepada anggota yang sedang bertugas itu , dia bertanya karna
anggotanya itu nampak menjawab dengan penuh ketakutan .
Di dorong oleh rasa
takut oleh hantaman sebuah speaker , anggota itu langsung menjawab.
“kami semua sedikit
bingung , karna kami yakin bahwa kami tadi melihat ada dua orang yang jatuh ,
tapi setelah kami hampiri ke matras tadi , hanya ada satu orang yang tergeletak
.”
Anggota itu
menjelaskan dengan tanda tanya , dia melihat ada dua orang yang jatuh tapi
hanya ada satu orang yang dia lihat di matras , bingung memikirkan kemana satu
orang lainnya tadi .
“mungkinkah hanya
imajinasiku saja ? “
Anggota itu
bergumam sendiri .
Semua orangpun
mulai berkerumun ke arah matras tersebut . melihati orang yang pingsan setelah
jatuh dari lantai 3 gedung sekolahan tersebut .
Keluar dari betapa
ramainya kerumunan siswa di halaman sekolah tersebut , di sebuah lorong di
gedung dekat halaman sekolah , seorang laki –laki sedang terengah engah sambil
tertunduk karna terlalu capek .
Dia tertunduk
sambil bersandar di dinding lorong tersebut .
Seorang perempuan
berambut perak , dengan elegannya mulai menghampiri lelaki yang terus terengah
engah dan nampak kesulitan bernafas itu
.
Dengan berhenti
secara elegan pula , sang perempuan mulai berbicara .
“jadi , bagaimana
dengan sky diving dadakannya ? “
“itu hal tergila
yang pernah kurasakan , untuk alasan kesehatan jantungku , jangan berani
coba-coba melakukan itu lagi .”
Dengan menghela
nafas dan memasang muka tegangnya , haruka mencoba mengingatkan yuuka haruna .
“haha~ . . .
.kuakui kamu ini sangat menarik , pasti saranmu itu akan ku ingat . dan
sekarang , bukankah kamu akan mengatakan
sesuatu ? “
Yuuka haruna
mencoba mengingatkan haruka akan sesuatu , lebih tepatnya dia ingin mengih
sebuah janji .
“baiklah~! Aku
haruka harun , dengan sukarela ingin mengikuti kegiatan yang akan di buat yuuka
haruna ! “
Haruka berteriak
dengan sangat di paksakan , namun nampaknya itu seperti sebuah kemenangan telak
bagi yuuka haruna .
“win to win , aku
memberikan sensasi kematian padamu tanpa mendatangkan kematian itu sendiri ,
nampak dewi fortuna selalu berada di sisiku “
Yuuka haruna
membanggakan dirinya , dia adalah orang yang cukup suka mengagungkan dirinya
sendiri . dan haruka tidak bisa membantah karna yuuka haruna memang selalu
benar.
Itulah ironinya .
Dan mulai saat itu
, haruka harun masuk ke dalam “Simple
Project” milik yuuka haruna.
Komentar
Posting Komentar