Langsung ke konten utama

Simple Opinion : bab 1 bagian 5



Bagian 5 :

Untuk yang terakhir kalinya , di sebuah sore yang indah . dimana sore tersebut berubah menjadi sore kelabu dalam sekejap . Dan semua itu di mulai dengan sebuah suara pintu tua yang terdengar terbuka .

*grek~~* suara pintu terbuka , nampak pintu hijau tua itu mengeluarkan suara mendecit yang aneh , mungkin karna usianya yang sudah tua .

Dari balik pintu tersebut , dua orang mulai menampakkan dirinya .

Yang satu , seseorang tuan putri berambut perak . dengan wajah cantiknya dan rambut perak indahnya yang menghiasai kepalanya bagaikan sebuah mahkota .

Dan yang satu , adalah seorang laki –laki berambut hitam pekat dengan wajah mengantuk yang khas .bila di bandingkan dengan tuan putri di sebelahnya , orang ini mungkin akan mendapat jabatan sebagai “rakyat biasa “ .

Mereka berdua melewati pintu tersebut dengan wajah yang serius luar biasa .

Dan sementara di pinggir pembatas atap gedung tersebut , nampak seorang laki –laki yang memunculkan sinyal negatif kepada kedua orang ini . laki –laki tersebut adalah orang yang hendak bunuh diri itu .

Sementara di bawah , ada banyak kerumunan siswa yang melihat cemas ke arah lelaki tersebut. Dan ditengah kerumunan itu terdapat seseorang yang memakai sebuah pengeras suara yang cukup besar di tangan kanannya , dia lalu berteriak dengan sangat keras melalui pengeras suara itu ,

“hey orang bodoh yang ada di atas sana ! apa yang coba kau lakukan ! “

*ngik~~* suara dengungan speaker yang menusuk gendang telinga tersebut membuat beberapa orang di kerumunan itu menutup telinga untuk menutup sedikit kebisingan yang sangat mengganggu .

Perempuan dengan pengeras suara itu memakai rompi hitam yang menyelimuti tubuhnya , dan dibagian punggung rompi tersebut terdapat tulisan “OSIS” yang sangat besar , dia adalah ketua osis di smp ini .

Rambut pendek hitamnya dan badannya yang ramping namun proporsional . bertolak belakang dengan wajah cantiknya yang anggun , dia adalah orang yang kasar bila dirinya telah memakai rompi osis tersebut .

Lelaki yang berada di atas atap itupun menoleh ke arah ketua osis tersebut sembari menjawab,

“bodoh amat dengan apa yang akan kulakukan , lebih tepatnya aku sedang patah hati dan berencana ingin bunuh diri sekarang juga ! siapa saja yang ada di bawah sana silahkan rekam suaraku ini karna inilah surat wasiatku ! “

Sepertinya lelaki tersebut telah membulatkan tekadnya , dia menjawab dengan lantang dan tanpa keraguan sedikitpun . tapi itu tidak membuat ketua osis itu berhenti berteriak ,

“dasar bodoh ! aku sudah tahu kalau kamu ini manusia bodoh tapi aku tidak menyangka kalau kamu ini lebih bodoh dari dugaanku ! cepatlah turun karna aku ini banyak urusan . “

Ketua osis itu menggerutu sambil marah –marah ke laki –laki yang berada di atas atap tersebut . dan keadaan tersebut membuat haruka dan yuuka haruna tercengang dalam hati .

“dan , apa yang coba di lakukan siswa baru seperti kalian di atas atap ?! ingin coba menghentikanku ?! jangan harap aku akan berkompromi dengan kalian ! “

Laki –laki ini marah –marah kepada haruka dan yuuka haruna , dia lalu memasang wajah waspada kepada mereka berdua . sementara di bawah , sang ketua osis bingung karna melihat laki –laki yang di lihatnya di atas atap tersebut nampak seperti berbincang –bincang dengan seseorang .

“heeh~ haruka , apakah kamu mendengar suara ? sepertinya aku barusan mendengar sesuatu , mungkin atap sekolah ini juga angker ya ? “

Yuuka haruna tiba –tiba bertingkah layaknya orang bodoh , dia seolah melihat ke kanan dan kekiri seperti mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada .

“heeh~haruna , apakah kamu belum mendengarnya ? dulu , di sini ada seseorang yang benar –benar bodoh ingin bunuh diri hanya karna sedang patah hati loh”

Berbeda dengan akting yuuka haruna yang berakting dengan sempurna , haruka berakting dengan meragukan , sangat nampak kalau dia itu tidak terlalu pandai dalam urusan ini .

“hey –hey , apa yang sebenarnya kalian lakukan ? “

Laki laki yang sedang berdiri di dekat pagar pembatas tersebut melihat aneh ke arah mereka berdua , nampak dia tidak mengerti tentang hal yang di lakukan haruka dan yuuka haruna.

Yuuka harunapun lalu melangkah maju ke depan , tepat menghadap ke arah laki –laki tersebut . jarak antara mereka sekitar 9-10 meter .

“wah ! kupikir ini hanya sebuah mitos , tapi ternyata orang bodoh itu masih ada , bahkan di jaman maju seperti ini , sangat di sayangkan . padahal dia jenis homosapien , tapi tidak ada cerdas –cerdsnya sama sekali . “

Nada mengejek yang kental keluar dari mulut yuuka haruna , sambil berakting bak kritikus terkenal , dia secara tidak langsung menyindir penuh ke arah lelaki tersebut .

“anak baru , apa yang sebenarnya kamu maksud ? “

Lelaki itu semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukan perempuan di depannya itu .

“setidaknya . . . samsudin , kamu har-. .”

“setidaknya pakai “kak” dong ! “

Lelaki stress itu mulai melayangkan protes yang tidak penting .

“oke , baiklah . kak udin . . . .”

“namaku samsudin ! panggil dengan nama panjang dan jangan memendakkan nama seseorang sembarang dasar anak kelas sa-- . . . . .. . tunggu dulu ? kenapa kamu bisa tahu namaku ? “

Senior itu sedikit kebingungan .

“itu bet nama di dada memangnya di pakai buat apa ? “

“hahaha . . . .  .betul juga apa yang kamu katakan . . ...tunggu dulu ! kenapa jadi OOT gini ! “

Suasana menjadi acak acakan . alur pembicaraannya juga mulai agak ngawur .

“jadi , bisakah kakak ceritakan apa yang sebenarnya membuat kakak bunuh diri ? “

Mood yuuka haruna berubah saat bicara , dia seperti mulai nampak sangat tenang , bahkan sandiwara dan aktingnya nampak dia sudahi .

“seperti yang kukatakan tadi , aku habis di tolak dan nampaknya kehidupanku mulai hampa karna aku kehilangan tujuan hidupku satu-satunya .”

Mood lelaki yang ingin bunuh diri tersebut juga mulai berubah , dia juga nampaknya mulai tenang dalam menghadapi yuuka haruna.

“hmm . . .  begitu ya ? jadi siapa yang udah nolak kakak ? “

Yuuka haruna bertanya pada seniornya itu , sedikit demi sedikit dia bisa mngetahui alasan seniornya itu untuk bunuh diri .

“Elisa Karmila , kelas 9-3 “

“maksudmu kak lisa yang jadi anggota dewan kemahasiswaan itu ? “

“kalau iya , memang kenapa ? “

“sebaiknya kakak itu ngaca dulu , kak lisa itu cantik ,baik dan sempurna , sementara kakak itu hanya murid biasa . kenapa kakak gak mikir dulu , sudah jelas orang seperti kakak ini akan di tolak . apa lagi sekarang  sok-sok’an mau bunuh diri , pasti dia makin benci nih .“

Yuuka haruna megecam dengan sangat tajam , lidahnya bagaikan pisau yang menyayat habis perasaan senior itu . entah kenapa dia mulai memancing kemarahan dari kakak kelasnya itu .

Dan ironinya , usahanya berhasil .

·          

Sementara itu di bawah . . . . .

--sedang apa orang bodoh itu ?

Dengan memegang spekear raksasanya sembari melihat ke arah atap sekolah , dia sedikit penasaran dengan situasi yang terjadi di atas sana . benar sekali , dia adalah sang ketua osis .  dalam situasi ini moodnya sedang tidak bagus , itu karna waktu istirahatnya di sita oleh kelakuan bodoh seorang siswa . dan sebagai ketua osis , dia harus turun tangan bila kasus seperti ini terjadi di ligkungan sekolahannya.

Tak lama kemudian , datang seorang lelaki menghampiri sang ketua osis .

“lapor bu misaka , kami mendapat sebuah lapo-- . . .”

*brak~* sebuah spekaer menghantam keras ke kepala orang yang ada di sebelah ketua osis tersebut . orang itu memakai rompi yang sama seperti yang ketua osis itu pakai . nampaknya dia juga anggota dewan kemahasiswaan .

“siapa yang kamu panggil ibu ! aku ini masih kelas tiga smp . setidaknya panggil aku ketua beserta nama lengkapku , dasar bodoh ! “

Dia lalu membentak anggotanya itu , sang anggota itu tidak bisa berbuat apa –apa dan hanya bisa tertunduk bersalah .

“maafkan saya , ketua misaka ! saya ingin memberitahu bahwa kami mendapat laporan dari seorang siswa kelas satu kalau kita harus memasang pengaman di bawah untuk mencegah dampak buruk bila target operasi terjatuh . “

“apa , siswa kelas satu katamu ? candaan macam apa ini ? kita ini dewan kemahasiswaan sekolah ini ! tidak mungkin kita akan mengikuti instruksi siswa baru ! ”

Walaupun laki –laki , dia nampak tunduk pada ketua osis perempuan yang super galak ini . buktinya saja dia masih nampak ketakutan mendengar bentakan dari ketua osis tersebut .

Raiha misaka , 15 tahun . menjabat sebagai ketua osis di smp harapan baru . perawakan sangat cantik dan memiliki badan yang proporsional . tapi bila dia sudah memakai rompi osisnya , sikap feminimnya akan lenyap seketika menjadi super galak. sikap judesnya itu membuat semua anggotanya menyegani sekaligus takut dengan dirinya .

“tapi yang menyuruh adalah . . .yuuka haruna “

Menjawab dengan penuh ketakutan , dia terus waspada dan terus memerhatikan speaker besar itu agar kepalanya tidak terhantam speaker keras itu untuk kedua kalinya .

“hmm. . .yuuka haruna ya ? jadi anak itu “

Raiha misaka lalu melihat ke arah atap dengan perasaan sedikit agak kesal .

--anak sok pintar itu ya ? mau bagaimana lagi .

“panggil semua anggota osis ! suruh mereka menyiapkan peralatan keamanan yang tersedia dan segera lakukan sesuatu pada segerombolan manusia pengganggu ini ! cepat kerjakan ! “

“baik ketua misaka ! “

Anggota osis itu lalu menjawab dengan sangat lantang dan segera berlari meninggalkan raiha misaka untuk mengemban perintah yang di terimanya .


·          

Kembali ke atas . . . .

“sebaiknya kakak itu ngaca dulu , kak lisa itu cantik ,baik dan sempurna , sementara kakak itu hanya murid biasa . kenapa kakak gak mikir dulu , sudah jelas orang seperti kakak ini akan di tolak . apa lagi sekarang  sok-sok’an mau bunuh diri , pasti dia makin benci nih .“

Yuuka haruna mengeluarkan kata –kata yang sangat tajam , membuat hati senior itu makin teriris .

“jadi maksudmu, mau bagaimanapun aku berjuang, aku tetap tidak bisa memilikinya begitu? “

Amarah senior itu mulai bangkit di ikuti rasa putus asa dan kekecewaan yang sangat tinggi akibat omongan dari seorang yuuka haruna.

“benar sekali , memang itulah kenyataannya ! jadi terimalah kenyataan itu , dan jangan menggunakan aksi seperti bunuh diri untuk tempat pelarian ! .”

Senior itu semakin terdiam , merunduk terdiam dalam keheningan . ekspresi terpukul nampak jelas di wajahnya itu .yuuka harunapun menyadari alasan orang ini untuk memutuskan bunuh diri , itu semua karna mentalnya yang lemah dalam menerima ketidaksinambungan antara ekspetasi dan realita .

Senior itu sempat terdiam , namun dalam beberapa saat , dia kembali berbicara .

“jadi apa yang harus kulakukan ! aku sudah menyukainya semenjak kelas satu , aku terus mendekatinya walaupun dia tidak pernah memerhatikanku ,dan saat aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku padanya , dia menolaknya mentah –mentah . jadi apa yang harus aku lakukan selain bunuh diri ! jelaskan padaku , dasar murid kelas satu ! “

Dia meluapkan semua emosinya dalam kata –kata yang di katakannya . mengerahkan semua perasaannya , dia terus menerus berbicara sebagai pengungkapan kekecewaan yang sangat mendalam , yuuka haruna hanya memerhatikan dengan seksama .

*huh* , yuuka haruna mengehela nafas dengan berat . mengumpulkan seluruh tenaga untuk mengatakan sesuatu , dan diapun memulainya dengan sebuah teriakan ,

“JANGAN MENYERAH ! JATUH ITU TIDAK MEMALUKAN , YANG MEMALUKAN ITU KALAU TERJATUH LALU TIDAK BANGKIT LAGI !!!!!!! “

Suara feminim yuuka haruna yang begitu merdu dipaksa untuk bergetar lebih keras dan lebih lantang dari pada biasanya . dan senior itu , terdiam seketika setelah mendengar suara teriakan sekuat tenaga yang di keluarkan oleh yuuka haruna .

Tapi sepertinya senior itu tidak sepakat dengan perkataan yuuka haruna .

“huh . . .kuakui kata –katamu sangatlah menginspirasi , tapi sayangnya aku tidak terpengaruh kata –katamu itu . dan bagaimanapun , mustahil menghentikan orang yang berniat bunuh diri hanya dengan sebuah kata –kata “

Senior itu sebenarnya paham betul dengan maksud dari kata –kata yuuka haruna , tapi dia tetap tidak merubah pendiriannya .

Yuuka haruna terdiam,

“mengehentikanmu hanya dengan kata –kata ? lucu sekali kak . tapi aku ini tidak senaif yang kakak kira , berharap hanya dengan kata –kata bisa merubah pikiran seseorang yang hendak bunuh diri ? jangan bercanda denganku “

Yuuka haruna bersikap serius sambil tertawa kecil , ekspresinya seperti tidak terima karna telah diremehkan . dan sekali lagi , kemampuan aktingnya membuat sikap dan emosinya nampak jelas ke permukaan .

“anak baru , apa yang sebenarnya kamu maksud ? “

Kakak kelas itu semakin bingung dengan hal yang dikatakan yuuka haruna , dia sekali lagi menanyakan apa yang yuuka haruna sedang bicarakan .

10 meter jarak diantara kedua orang tersebut . dan yuuka haruna mulai berpikir keras untuk menemukan cara agar seseorang yang sudah berada tepat di belakang pagar pembatas yang rusak itu bisa mengurung niatnya untuk bunuh diri .

Yang lebih menarik lagi , disinilah awal pertarungan yang memperpadukan proses pemikiran yang cerdas dengan pikiran batin dan emosional di uji ! .

Yuuka haruna , dengan jarak 10 meter . tidak bisa lagi menghentikan siswa yang ingin bunuh diri di depannya selain dengan kata –kata .

Saat ceritanya di mulai , hanya tuhanlah yang akan tahu kelanjutan kisahnya .

·          

“ apa yang kalian lakukan ! cepat bentangkan balon matras itu . dasar lambat ! “

Seorang siswi , dengan rompi hitamnya yang sudah melekat di tubuhnya sedari tadi . tanpa segan memarahi orang –orang yang berada di dekatnya . terlebih lagi yang dimarahinya adalah orang yang memakai rompi yang hampir sama persis seperti dirinya .

Dia adalah Raiha misaka , lebih tepatnya dia adalah ketua osis di smp ini . dan lebih tepatnya lagi , dia bukanlah jenis orang yang melakukan semuanya dengan sabar .

“hey yang di sana ! jangan hanya bemalas –malasan kalau kalian tidak ingin seseorang melemparkan sebuah speaker raksasa ke kepala kalian ! cepat singkirkan gerombolan siswa yang tidak mempunyai urusan di sini ! “

Di tengah –tengah amukan raiha misaka , ada dua orang yang sedang mengobrol tentang dirinya . dua orang itu berbincang sambil dengan sigap membeberkan balon matras raksasa berwarna kuning cerah itu ditanah .

“huwah~ , nampaknya ketua misaka sedang mengamuk di sana “

“rompi osisnya itu nampak seperti baju iblis ketika ketua misaka yang mengenakannya ”

“betul sekali . sayang banget , padahal dia itu bisa dikatakan sangat cantik loh , tapi kalau udah mode marahnya di pakai , entah kenapa cantiknya seakan hilang entah kemana “

“mode marah ? bukankah lebih cocok kalau kita menyebutnya <<berserk misaka>> ? “

“hahahahah~~ . ...betul juga , berserk misaka .”

Dan tak lama kemudian , *BRAK ~* *BRAK~* .sebuah  spekear raksasa tiba –tiba melayang ke arah kepala mereka berdua , dan ajaibnya mereka berdua terkena hantaman satu speaker secara bersamaan , dan lebih ajaibnya lagi , orang yang melemparkannya berada sekitar 20 meter dari mereka berdua .

“apa yang kalian lakukan ! cepat beber matras itu , kalau orang yang di atas jatuh sebelum kalian membentangkan matras itu , kalianlah yang akan bertanggung jawab sepenuhnya !!”

“baik , ketua misaka ! “

Kedua orang tersebut menjawab dengan bersamaan , dan diikuti rasa takut yang sama pula .

Walaupun nampak sering marah –marah , dia sebenarnya menutupi rasa penasarannya pada situasi yang terjadi di atas .

·          

Sementara di atas sana . . . . .

Yuuka haruna , berada tepat 10 meter di depannya adalah seorang kakak kelas yang berncana untuk bunuh diri . bila dia melangkah selangkah saja , maka kakak kelas itu akan langsung melompat .

Jadi ? bagaimana cara yuuka haruna mencegah kakak kelasnya itu untuk bunuh diri ? .

·          

“jadi ? bagaimana kamu mau menghentikanku . siswa baru ? “

Kakak kelas itu kembali bertanya , dia berusaha menekan yuuka haruna .

Akan tetapi , yuuka haruna sangatlah tenang . dia tidak mengeluarkan sifat gelisah sama sekali , malah dia terkesan tertawa kejam .

--orang yang meremehkanku , tidak pantas berkata –kata lagi .

Yuuka haruna kembali tersenyum , dan itu membuat kakak kelas yang ada di depannya merasakan keanehan .

“kenapa kamu terus tersenyum ? “

“tidak , hanya baru kali ini ada orang yang sangat meremehkanku , dan sebagai diriku sendiri , aku tidak bisa menerima hal itu begitu saja . “

Yuuka haruna melihati sang kakak kelas dengan pandangan yang cukup menyeramkan , sekali lagi ekspresinya nampak sangat marah besar. Sang kakak kelaspun mulai panik di buatnya .

“memangnya apa yang akan kamu lakukan kepadaku ? dengan jarak 10 meter , kamu tidak akan bisa menghentikanku loh “

Sang kakak kelas bertanya dengan gugup , merasa awas dengan semua tindakan yang yuuka haruna buat .

“apa yang bisa kulakukan dengan jarak 10 meter ? pertanyaan yang sangat lucu sekali , asal kakak tahu saja , “tidak ada batasan untuk teknik yang dinamakan sihir ! “

yuuka haruna semakin melihat kakak kelas itu dengan aura kebencian , dengan tersenyum penuh percaya diri , dia menampakkan ekspresi yang menyakinkan dengan apa yang sedang dia bicarakan . dan kakak kelas itu seketika tersentak .

“apa yang kamu bicarakan , sihir ? . kamu masih kelas tujuh tapi kamu sudah terkena penyakit syndrom kelas delapan .”

Kakak kelas itu semakin tidak percaya dengan apa yang sedang di katakan oleh yuuka haruna.

“terserah kalau kakak tidak percaya , tapi kenyataannya hal itu ada ! dan aku akan membuktikannya sekarang juga . “

Kakak kelas itu terdiam , dia tidak bisa berkata-kata . itu semua karna ekspresi serius yang yuuka haruna keluarkan membuat otakknya secara spontan memaksanya untuk percaya , dan itu membuatnya berkeringat dingin .

“saksikanlah kenyataan yang menentang logika , sebuah sihir yang akan menghantam jiwa orang yang berada di depanku sampai jatuh ke tanah “

“hey , tunggu dulu , aku tidak meng-........”

“tiga !! “

Yuuka haruna mulai menghitung mundur , sementara sang kakak kelas bertambah panik .

“tunggu dulu siswa baru , aku sama sekali tidak meng-. . . .”

“dua !!!”

Semakin panik , orang yang berada di depan yuuka haruna tersebut merasakan bahwa dirinya mulai merasa gemetar .

“SATU !! ”

Yuuka haruna berteriak sangat keras , sementara kakak kelas yang ada jauh di depannya secara spontan memejamkan matanya , merasa bahwa dia akan terkena sebuah hal buruk .

. . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . . . .

Beberapa saat kemudian , dengan merasa sebuah keganjalan , kakak kelas itu membuka matanya dan menyadari bahwa tidak ada dampak yang di rasakan oleh tubuhnya . diapun lalu mulai memandang remeh yuuka haruna ,
                                                                                                 
“sudah hentikan lawakanmu itu dasar siswa baru . awalnya kukira perkataanmu itu akan benar terjadi , tapi nyatanya akulah yang terlalu bodoh percaya pada kata –katamu itu “

Kakak kelas itu mengkritik tajam pada yuuka haruna , seakan dia menganggap yuuka haruna adalah seorang pembohong besar .

Tapi . . . . .

Tiba-tiba dari bagian samping tubuhnya , ada bayangan hitam dengan cepat datang kearah kakak kelas itu , dan seketika *Bruk~* suara tubrukan bayangan aneh itu dengan sang kakak kelas tedengar sangat jelas .

Pikiran kakak kelas itu melayang tak karuan , sebelum badannya benar-benar jatuh ke lantai  , hal pertama yang dia pikirkan adalah “bagaimana hal ini bisa terjadi ? “ .

Diapun tersadar , dia lalu membuka lebar matanya ke arah bayangan aneh itu datang , dan dia menyadari sesuatu .

“ mana mungkin ?! , aku sama sekali tidak menyadari . mana mungkin !! bukankah dia adalah orang yang datang bersama wanita itu ! “

Sambil sedikit berteriak , dia menggerutu pada dirinya sendiri sambil melihat seorang lelaki berambut hitam yang berhasil menjatuhkan sekaligus membekuk dia ke lantai .

Tepat sekali , bayangan itu adalah haruka harun . dan entah dari mana , tanpa kakak kelas itu sadari , tiba –tiba haruka sudah berada di sampingnya dan menubruknya sangat keras sampai badannya dan badan haruka terjatuh ke lantai atap tersebut .

--dari mana sialan ini datang !?

Kakak kelas itu berpikir sambil melihat dengan tidak percaya .

“betul sekali kak samsudin . inilah sihir itu ! sebuah perpaduan strategi dan sulap sederhana yang menuntun kita ke arah yang mendekati sihir itu sendiri ! .”

Yuuka haruna menjelaskan sambil di penuhi rasa kemenangan , dengan rasa percaya diri yang tinggi , diapun mengagungkan akan kemengan atas taruhan yangdi buatnya . sementara kakak kelas itu melihati dengan sangat bingung dan rasa penasaran yang mendalam .

dan sementara itu haruka bernafas secara tergesa –gesa , nampak tak percaya kalau rencana yang di buatnya bersama yuuka haruna telah berhasil dia laksanakan . yaitu menggunakan “dummy check” ,dan untuk memperlancar dummy check itu , dia harus mengeluarkan nafas yang seminimal mungkin agar targetnya tidak menyadari keberadaannya.

dia sekarang menahan pergerakan kakak kelas itu sembari mengeluarkan ekspresi tidak percaya .

dan terlebih lagi , orang yang dikekang oleh haruka mengeluarkan ekspresi yang lebih tidak percaya ketimbang dirinya.

“bagaimana ini semua bisa terjadi ? “

“itu hanya kemampuan menutup pandangan orang terhadap diri sendiri , atau bisa disebut dengan [dummy check] . haruka menghalangi pandangan kakak terhadap dirinya agar dia bisa mendekati kakak .”

Yuuka haruna menjelaskan dengan sangat sederhana .

“dummy check katamu ? bukankah menghilangkan diri secara tiba –tiba itu tidak bisa di sebut dengan hanya dummy check . dan tidak mungkin orang bisa sesuka hati menghilangkan keberadaan diri seperti tadi ! 

Kakak kelas itu bersikeras tidak percaya , diapun membentak kepada yuuka haruna.

“itulah di saat kami menggunkaan otak kami kak ! sebenarnya itu adalah pertanyaan yang bagus , dan aku akan menjawabnya . seseorang memang tidak bisa menghilangkan keberadaan diri begitu saja , tapi lain halnya bila kita memakai sebuah trik kecil di sini “

Sekali lagi dengan penuh percaya diri , yuuka haruna menjelaskan dengan penuh percaya diri.

“trik kecil ? “

Kakak kelas itu menanyakan hal yang di maksud oleh yuuka haruna .

“yap , itu hanya sebuah trik kecil . pertama , haruka adalah orang yang memiliki hawa keberadaan yang tipis, itulah yang memudahkannya untuk menghilangkan keberadaan diri . dan kedua , untuk menghilangkan keberadaannya secara sempurna , akupun melakukan tindakan yang membuat kakak hanya terfokus kepadaku , sehingga keberadaanku bisa  lebih menonjol dari pada haruka harun , lebih singkatnya aku “menindih keberadaan haruka harun” itu sendiri “.

Mendengar penjelasan dari hasil pemikiran yang benar –benar hebat , sang kakak kelas hanya bisa diam sambil tertegun .

Diikuti tertegunnya kakak kelas itu . haruka , dengan masih membekuk orang di bawahnya , dia mulai mengangkat tubuh sang kakak kelas yang sudah nampak tidak melawan lagi .

Kakak kelas tersebut berdiri dengan sangat lemas , bahkan terkesan benar –benar lemas . dengan diikuti raut muka yang sangat pasrah , bahkan wajahnya lebih menyedihkan ketimbang saat dia mau bunuh diri tadi .

“jadi kak , apakah kakak sudah mengerti ? “

Yuuka haruna bertanya dengan nada yang lembut .

“kurang lebih seperti itu , sepertinya aku sudah mengerti makna dari sihirmu itu “

Sang kakak kelas menunduk lemas sembari menjawab dengan sedikit tersenyum .

Tapi , .. . .

“syukurlah kalau kakak mau mengerti , tapi sihirku belum selesai kok “

Wajah yuuka haruna mulai berubah lagi, akting kejamnya kembali dia pakai , tapi itu semua dia tutupi dengan senyuman sempurna . si kakak kelaspun mulai terusik dengan  kata –kata yuuka haruna.

“apa lagi sekarang ? sudah hentikan aktingmu itu “

Kakak kelas itu menyangka bahwa yuuka haruna hanya bercanda .

“tidak kok , aku sama sekali tidak bercanda . bukankah aku mengatakan bahwa kau akan menjatuhkan orang yang telah meremehkanku sampai jatuh ke tanah “

Tapi sepertinya yuuka haruna sama sekali tidak bercanda .

Saat ini , haruka dan orang yang di bekuknya itu berada tepat di depan pagar pembatas yang rusak tersebut . sementara yuuka haruna mulai maju sedikit demi sedikit maju ke arah mereka.

“jadi~ haruka , bagaimana perasaanmu tadi . bukankah menyenangkan ? “

“cukup untuk lawakanmu yang datar itu , aku tidak merasakan apapun . hanya pernafasanku yang terganggu . tapi harus kuakui , rencanamu itu cukup efektif .”

Haruka memasang wajah sinis pada yuuka haruna , dia memandangnya dengan sinis karna malas mengakui keampuhan rencana yang di buat yuuka haruna .

Dan yuuka haruna maju selangkah lagi ke depan , tanpa menimbulkan kecurigaan dan maksud tertentu.

“dari pada itu , aku ingin melakukan satu hal lagi “

Yuuka haruna mulai membicarakan keinginannya , haruka dan kakak kelas itu memasang wajah kebingungan .

“sebenarnya ada dua hal yang ingin aku selesaikan , tapi sepertinya aku bisa melakukannya dalam satu kali gerakan “

Dengan wajah penuh percaya dirinya , dia seperti ingin melakukan sebuah niat jahat , tapi sepertinya dua lelaki di depannya tidak menyadari hal itu sama sekali .

Haruka harun dan kakak kelas yang di dekapnya itu mulai berpikir .

Tapi sebelum mereka bisa memikirkan sesuatu, yuuka haruna sudah melangkahi giliran mereka untuk berpikir .

Yuuka haruna maju secara perlahan , dengan cepat kedua tangannya memegang pundak kakak kelasnya itu yang sedang di pegangi dari belakag  oleh haruka .

Harukapun masih nampak kebingungan dengan apa yang akan di lakukan yuuka haruna , tapi nampaknya kakak kelas itu memendam rasa ingin tahu yan lebih tinggi dari haruka sendiri.

“yang pertama , aku akan menyelesaikan mantra sihir sesuai yang tadi kujanjikan . yaitu menghantamkan kakak ke tanah , tapi tenang saja , aku tidak akan melakukan sejenis gerakan membanting ala jujitsu atau apapun itu , aku hanya akan meminta bantuan kepada hukum alam .”

Yuuka haruna berbicara dengan percaya diri tapi diikuti ekspresi yang menakutkan .

Dan yang pasti , kakak kelas itu semkain kebingungan .

“apa yang kamu maksud ? “

Sang kakak kelas bertanya , mewakilkan rasa ingin tahu yang sama seperti haruka .

Tapi . . . . . .

Semuanya di mulai dengan sangat cepat . lebih tepatnya semuanya di mulai dengan pembicaraan yuukaharuna yang sangat cepat .

“tu~ wa~ ga ! , seperti ini ~~! “

[suara tangan yang mendorong] , tiba –tiba keseimbangan kedua orang itu pecah . dengan sebuah dorongan kuat dari sepasang tangan , kedua lelaki di depan yuuka haruna seketika jatuh ke belakang , situasi yang cukup rumit untuk di jelaskan.

Dalam keadaan ini , semuanya memasang wajah panik dan ketakutan . kecuali gadis yang mendorong mereka , yaitu yuuka haruna .

bila kita melihat dari jauh , sangat jelas bahwa situasi ini tergambar seperti ini : seorang gadis muda mendorong kedua temannya ke arah pagar pembatas yang rusak sehingga kedua temannya melakukan sky diving dari lantai tiga secara tidak sengaja .

begitulah kira –kira kalau keadaan tersebut bila di gambarkan secara sekilas .

haruka dan kakak kelas yang di peganginya , sengaja di dorong oleh yuuka haruna ke arah pagar pembatas atap gedung yang rusak . sehingga mereka terjatuh ke bawah .

di tengah kejadian ini , semua nampak sangat panik . orang yang menonton di bawah , semua anggota osis dan ketua osis , yaitu raiha misaka , melihati dengan terkejut karna situasi yang sangat tiba –tiba itu .

dan yang pasti , kedua orang yang di dorong oleh yuuka haruna itu merasakan keterkejutan yang lebih besar .

sang kakak kelas itu sangat panik dengan hal ini , dia terkejut dengan hal yang di lakukan oleh yuuka haruna .

tapi sepertinya haruka tidak panik , dia hanya terkejut . dan diapun mencoba berpikir dan menganalisa dengan teliti apa yang coba di lakukan oleh yuuka haruna .

--apa ini ? kenapa dia mendorongku juga ? apakah kegilaannya sudah di ambang batas ? . tidak , ini tidak masuk akal . yuuka haruna adalah orang yang tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak berguna , itulah yang kutahu tentang dirinya . tapi mengapa ? .

Haruka melihat dengan penuh tanda tanya ke arah yuuka haruna .

Walaupun tidak panik , dia cukup terkejut untuk merasakan peningkatan adrenalin yang amat sangat cepat , dia akan jatuh dalam beberapa detik lagi , tapi rasa ingin tahunya itu membunuh rasa paniknya.

 harukapun melihat sesuatu yang sangat ganjal , dan itu menjawab semuanya . yuuka haruna tersenyum , lebih tepatnya dia melihat yuuka haruna tersenyum ke arahnya .

--huh ? jadi ini yang dinamakan senjata makan tuan ya ? . sepertinya yuuka haruna mengalahkanku dengan telak .

Rasa ingin tahu haruka selesai sudah , dan diapun tersenyum kecut setelah mengetahui alasan yuuka haruna ikut mendorongnya . itu semua karna persyaratan yang di buatnya oleh yuuka haruna .

Bila yuuka haruna bisa mendatangkan rasa kematian tanpa mendatangkan kematian itu sendiri , maka haruka akan ikut ke projek misteri yang di buat yuuka haruna .

Dan barusan , yuuka haruna memenuhi syarat yang di berikan oleh haruka . itu semua di lakukan tanpa di sadari oleh haruka sendiri .

Diapun tersenyum kecut sambil membalas ekspresi yuuka haruna yang sedari tadi tersenyum ke arahnya .

Dia menyadari bahwa yuuka haruna adalah orang yang berbeda dari pada orang pada umumnya , dan itu menarik perhatiannya itu .

Tetapi , sebelum ingin membahas tentang itu , haruka kembali memikirkan situasinya ini . dimana dalam hitungan permili detik , dia akan jatuh dari lantai tiga gedung sekolahan yang tinggi tersbut .

Dan di saat yang tepat inilah , dia mesti memakai otaknya ,

--gila ini ! tinggi banget . apa yang harus kupakai ? teori fermi ? . tinggi sekitar 33 meter dengan berat dua orang laki-laki sekitar 110 kg dengan percepatan gravitasi 10 kg /s . hasilnya adalah . . . .sekitar 3m/s !! aku dan orang ini bakal jatuh dalam sebelas detik ! .

Dan 11 detik sudah berlalu . . . .

--bersiap ! .

*bruok ~!!* , suara tubuh yang membentur matras raksasa berwarna kuning cerah terdengar jelas . dan semua orang , khususnya anggota osis langsung bergerak cepat ke arah lokasi .

“akhirnya jatuh juga , orang itu ? “

Raiha misaka bergumam sambil melihati teman-temannya bekerja .

Seperti yang di harapkan , semua anggota osis bergerak dengan sangat cepat . tim uks dan osis bergerak cepat menangani seorang yang pingsan berbaring di atas matras tersebut .

Melihat itu , raiha misaka mulai menuju ke arah matras itu ,

“bagaimana keadaannya , dia tidak mati secepat itukan ? “

Dia bertanya dengan memegangi speaker di tangan kanannya , menampakkan aura seram , membuat semua orang merasa segan terhadap dirinya .

“lapor ketua misaka ! tidak ada masalah , sepertinya dia hanya pingsan karna shock . tapi . . “

“tapi apa ? . .”

Raiha misaka bertanya kepada anggota yang sedang bertugas itu , dia bertanya karna anggotanya itu nampak menjawab dengan penuh ketakutan .

Di dorong oleh rasa takut oleh hantaman sebuah speaker , anggota itu langsung menjawab.

“kami semua sedikit bingung , karna kami yakin bahwa kami tadi melihat ada dua orang yang jatuh , tapi setelah kami hampiri ke matras tadi , hanya ada satu orang yang tergeletak .”

Anggota itu menjelaskan dengan tanda tanya , dia melihat ada dua orang yang jatuh tapi hanya ada satu orang yang dia lihat di matras , bingung memikirkan kemana satu orang lainnya tadi .

“mungkinkah hanya imajinasiku saja ? “

Anggota itu bergumam sendiri .

Semua orangpun mulai berkerumun ke arah matras tersebut . melihati orang yang pingsan setelah jatuh dari lantai 3 gedung sekolahan tersebut .

Keluar dari betapa ramainya kerumunan siswa di halaman sekolah tersebut , di sebuah lorong di gedung dekat halaman sekolah , seorang laki –laki sedang terengah engah sambil tertunduk karna terlalu capek .

Dia tertunduk sambil bersandar di dinding lorong tersebut .

Seorang perempuan berambut perak , dengan elegannya mulai menghampiri lelaki yang terus terengah engah dan nampak kesulitan bernafas itu  .

Dengan berhenti secara elegan pula , sang perempuan mulai berbicara .

“jadi , bagaimana dengan sky diving dadakannya ? “

“itu hal tergila yang pernah kurasakan , untuk alasan kesehatan jantungku , jangan berani coba-coba melakukan itu lagi .”

Dengan menghela nafas dan memasang muka tegangnya , haruka mencoba mengingatkan yuuka haruna .

“haha~ . . . .kuakui kamu ini sangat menarik , pasti saranmu itu akan ku ingat . dan sekarang , bukankah kamu akan  mengatakan sesuatu ? “

Yuuka haruna mencoba mengingatkan haruka akan sesuatu , lebih tepatnya dia ingin mengih sebuah janji .

“baiklah~! Aku haruka harun , dengan sukarela ingin mengikuti kegiatan yang akan di buat yuuka haruna ! “

Haruka berteriak dengan sangat di paksakan , namun nampaknya itu seperti sebuah kemenangan telak bagi yuuka haruna .

“win to win , aku memberikan sensasi kematian padamu tanpa mendatangkan kematian itu sendiri , nampak dewi fortuna selalu berada di sisiku “

Yuuka haruna membanggakan dirinya , dia adalah orang yang cukup suka mengagungkan dirinya sendiri . dan haruka tidak bisa membantah karna yuuka haruna memang selalu benar.

Itulah ironinya .

Dan mulai saat itu , haruka harun masuk ke dalam  “Simple Project” milik yuuka haruna.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

project [ ] bab 1

Prolog: Hampa. Hatiku serasa kosong. Ini peringatan kelima semenjak saat itu. Dan sudah lima tahun berlalu semenjak kejadian tersebut. Lima tahun yang lalu, aku menangis dengan terisak-isak. Menangis di depan sebuah foto di sebuah rumah, lebih jelasnya di sebuah rumah duka. Aku meratapi kehilangan itu dengan mendekam dalam tangisan. Karangan bunga duka menghiasi foto dengan sebuah senyuman tak berdosa tersebut. Mataku memanas, rasanya semua hal yang kulakukan selama ini sia-sia. Lalu tanpa kusadari, air mata mulai deras mengalir ke pipiku. Dan dengan perlahan mulai menetes ke lantai. Dipenuhi kesedihan, aura berkabung ini membuatku semakin mendekam dalam kesedihanku sendiri. Perasan menyesal dan hampa ini membuat dadaku sesak. Dadaku benar-benar sesak, nafaskupun tak beraturan sama sekali. Semua orang menangis dan bersedih, tapi air mata mereka semua hanya karna formalitas dan rasa kasihan semata. Akulah yang paling menderita dan tertekan, kar...

SIMPLE OPINION : (the story of simple mistery on new school) BAB 1 BAGIAN 3

Bagian 3 : saat jam pelajaran memasuki babak akhir , mungkin sekitar 10 menit lagi bel lonceng pulang akan berbunyi . di sebelah kiri adalah pemandangan luar jendela yang sangat luas dengan lapangan kosong yang membentang luas . dan di sebelah kanan , pemandangan yang tak kalah indahnya . seorang putri bernama yuuka haruna , siswi tercantik di angkatanku , kata orang –orang sih . rambut peraknya berkibar dengan penuh kemilauan , kulitnya yang putih itu menambah elok dirinya seperti bulan sabit . sosok gadis yang sempurna   , itulah penggambaran yang tepat bagi seorang yuuka haruna . saat terpesona melihatnya , tak terasa bel pulang sudah berbunyi . *ting -tong* bunyinya bergema sampai ke dalam gendang telingaku . nampaknya akhir dari hari yang panjang ini sudah berakhir di depan mata . “baiklah anak –anak , hari ini cukup sampai di sini saja . jangan sampai lupa belajar di rumah” Guru tersebut mengingatkan para murid sambil merapikan perlat...

proyek "no name" bab 3

BAB 3: Sampai aku menyadarinya, mesato renggepun telah menghilang. Bagian 3-1 1 bulan aku mendapatkan les privat, 1 bulan tersebutlah aku semakin mengenal sosok mesato rengge. Dia adalah seorang penyihir cilik yang sangat terkenal di dunia matematika. Tapi dunia yang dia ketahuipun bukan hanya matematika. Dia suka membaca buku, di atap sekolah ini, dia biasa meminjam dan membaca beberapa buku. Entah itu buku sastra atau hanya sekedar komik saja. Hal yang paling aku ingat saat belajar dengannya adalah kalimat “may i have a large container of coffe?” Mungkin beberapa dari kalian, terutama aku akan kebingungan saat pertama kali mendengar kalimat ini. mungkinkah ini sebuah sajak? Atau sebuah kata-kata? Tapi sayang tidak seperti itu. itu adalah sebuah kalimat kunci untuk mengingat nilai pi dalam matematika. Bila kalian hitung semua huruf perkatanya, maka akan terbentuk kumpulan huruf 3,1415926 yang merupakan nilai pi. Ya, sebenarnya banyak sekali cara unik dan...